Sunday, August 23, 2015

Sudahkah Saya Mempersiapkan Kematianku??

Alkisah, seorang raja, memilih 3 orang di negerinya, dan dipanggilnya untuk menghadap. 3 orang ini menghadap raja. Dan raja, memberinya 3 karung, kepada masing-masing orang, 1 karung.

“Kalian isi 3 karung ini dengan buah-buahan. Penuhilah, dan bawalah kemari. Jangan pulang sebelum kalian memenuhi setiap karung yang aku berikan kepada kalian,” begitu titah raja.
Mereka semua diberi waktu, lalu berlalulah mereka dari hadapan raja.
Orang pertama, segera mencari buah-buahan terbaik. “Untuk raja,” pikirnya. “Harus yang terbaik.”

Orang pertama ini dengan segera memenuhi karungnya dengan buah-buahan terbaik. Yang manis-manis, yang masak-masak.

Orang kedua, sembarang mengisi karungnya. “Raja ga mungkin meriksa semua,” begitu pikirnya. Sebagian berisi buah-buahan bagus, sebagian berisi buah-buahan jelek, busuk, bahkan dari jenis-jenis yang pahit. Campur-campur.

Orang ketiga, lebih parah. Dia berpikir bahwa Rajanya kaya. Ga butuh buah-buahan darinya. Ngapain juga Raja menyuruhnya mencari buah-buahan dan memenuhi karung ini? Demikian pikir orang ketiga ini. Akhirnya, ia mengisi dengan lebih sembarangan lagi. ia isi pasir, batu kerikil, kayu-kayu kering, dan macem-macem sampah. Sehingga dari kejauhan tetap karung ini penuh, padahal isinya ga keruan.

Tuesday, August 4, 2015

Mutiara Kegagalan

Kedatangannya terkadang datang disaat kita tidak siap menerimanya. Atmosfer yang dibawanya membuat kita menjadi tak berdaya. Bayangannya yang senantiasa hadir membuat kita selalu memikirkannya dan selalu membuat kita memikirkan apa yang harus dilakukan dikemudian hari. Tahukah kalian apahkah itu? Dialah kegagalan. Dialah mimpi buruk bagi sebagian orang dan terkadang menjadi mimpi indah karena keoptimisan orang yang mengalaminya.

Sunday, July 12, 2015

Menari Ditengah Hujan

Senja mulai menghiasi langit, warna gelap akibat hujan mulai tersapu dengan warna senja yang mulai datang mengganti latar keindahan dari langit, awan-awan yang membawa berkah dari tetesan air mulai mengurangi kadarnya sehingga aktiftas manusia kembali berjalan.

Tanah yang semulanya kering telah becek sehingga membuat pejalan kaki mesti berhati-hati ketika melangkah. Aktifitas yang sebelumnya terhenti mulai berjalan ditandai dengan orang-orang yang mulai lalu lalang setelah sebelumnya berteduh untuk menghindari basah karena hujan.

Aku masih saja duduk terdiam di salah satu halte dekat taman dengan pikiran melayang. Tas ransel kumul yang senantiasa menemaniku dari kuliah sampai sekarang masih terpasang dipundakku. Tas ransel berisikan lamaran pekerjaan disertai dengan legalisir ijazah dan transkip nilai masih berada pada dalam tas dan tak sekalipun aku keluarkan dari tasku. Lalu lalang orang-orang yang mulai kembali ke tempat peristirahatan setelah seharian bekerja untuk memenuhi kehidupan tak sama sekali dihiraukanku. Penolakan-penolakan dari berbagai perusahaan atau instansi membuat semangatku menjadi kendor. Persaingan lapangan pekerjaan yang semakin ketat karena tak sebandingnya jumlah lapangan pekerjaan yang tersedia dengan pelamar yang bertambah ratusan setiap tahun.