Alkisah,
seorang raja, memilih 3 orang di negerinya, dan dipanggilnya untuk menghadap. 3
orang ini menghadap raja. Dan raja, memberinya 3 karung, kepada masing-masing
orang, 1 karung.
“Kalian
isi 3 karung ini dengan buah-buahan. Penuhilah, dan bawalah kemari. Jangan
pulang sebelum kalian memenuhi setiap karung yang aku berikan kepada kalian,”
begitu titah raja.
Mereka
semua diberi waktu, lalu berlalulah mereka dari hadapan raja.
Orang
pertama, segera mencari buah-buahan terbaik. “Untuk raja,” pikirnya. “Harus
yang terbaik.”
Orang
pertama ini dengan segera memenuhi karungnya dengan buah-buahan terbaik. Yang
manis-manis, yang masak-masak.
Orang
kedua, sembarang mengisi karungnya. “Raja ga mungkin meriksa semua,” begitu
pikirnya. Sebagian berisi buah-buahan bagus, sebagian berisi buah-buahan jelek,
busuk, bahkan dari jenis-jenis yang pahit. Campur-campur.
Orang
ketiga, lebih parah. Dia berpikir bahwa Rajanya kaya. Ga butuh buah-buahan
darinya. Ngapain juga Raja menyuruhnya mencari buah-buahan dan memenuhi karung
ini? Demikian pikir orang ketiga ini. Akhirnya, ia mengisi dengan lebih
sembarangan lagi. ia isi pasir, batu kerikil, kayu-kayu kering, dan macem-macem
sampah. Sehingga dari kejauhan tetap karung ini penuh, padahal isinya ga
keruan.
