Thursday, May 21, 2015

Masjid Saint Petersburg di Rusia

Masjid St Petersburg.
Rusia? Begitu  banyak hal yang terlintas dalam pikiran kita tentang negara ini. Rusia merupakan salah satu dari  negara pecahan Uni Soviet yang berakhir pada tahun 1991. Menurut www.Merdeka.com, Negara ini berada dalam urutan ketiga dalam hal penduduknya yang tak memiliki agama atau sering kita sebut atheis dimana jumlahnya 34.507.680 hingga 69.015.360 atheis atau sekitar 24-48% dari total populasi. Walaupun di negara tersebut kebanyakan atheis namun esistensi agama Islam di negara bekas pecahan tersebut mencapai 16,379,000 atau sekitar 11.7% pada tahun 2010, hasil ini diperoleh dari website www.theguardiand.com  dengan judul artikel muslim population country-projection 2030. 

Saturday, February 21, 2015

Keajaiban Bersyukur

Bersyukur
Syukur, saya terinspirasi membuat tulisan ini ketika membaca sebuah buku karangan Dedy Susanto yang berjudul "Pemulihan Jiwa". Dalam buku ini  terdapat sub tema yang membahas tentang terapi syukur. Beliau menjelaskan bahwa rasa syukur itu ada tiga jenis. Pertama, bersyukur atas apa yang  sudah pernah dimiliki, meskipun sekarang kita sudah tidak memilikinya atau telah berada ditangan orang lain. Kedua, mensyukuri  apa yang sedang dialami, diterima dimiliki, dan dinikmati. Ketiga, bersyukur atas apa yang belum dimiliki tapi kepercayaan diri yang membuat meyakini akan memilikinnya.

Syukur pertama menurut saya ini, gampang-gampang susah. Kenapa saya berkata demikian? Hal ini tergantung dari individunya, kenapa demikian, misanya dua orang yang ingin memiliki mobil merek X. Kedua orang  tersebut bakalan berusaha untuk memenuhi hasrat dan keinginannya untuk memilikinya. Namun, ketika ekspetasi mereka telah tercapai dan ingin menjualnya karena suatu alasan kedua orang tersebut ada yang bersyukur karena pernah memiliki mobil dan ekspektasinya terhadap mobil tersebut terpenuhi sedangkan orang yang satunya sangat berat untuk bersukur karena untuk mendapatkan mobil itu, orang tersebut bersusah payah mendapatkannya. Jadi, lebih tepatnya beryukur unntuk kategori yang ini ialah ikhlas. bagaimana keikhlasan kita dalam mensyukuri sesuatu yang pernah kita miliki.

Syukur yang kedua, saya yakin semua orang melakukannya karena terjadi di masa sekarang. Sebagai contoh bersyukur masih bisa merasakan makan nasi, bersyukur masih bisa online dan membaca blog saya, hehe... 

Syukur yang ketiga ini menurut saya masih jarang, bersyukur atas apa yang belum dimiliki tapi kepercayaan diri yang membuat meyakini akan memilikinnya. Dlam buku Dedy Susanto menjelaskan bahwa bersyukur dalam kategori ini melibatkan unsur iman. Artinya, kita mengimani sungguh-sungguh dan inilah merupakan keajaiban bersyukur. 

Menurut saya apa yang dikatakan oleh Dedy Susanto pada kategori ketiga ini  selaras dengan penjelasan Erbe Sentanu dalam buku Quantum Ikhlas. kenapa demikian? dalam  buku Quantum Ikhlas ketika kita mempunyai keinginan kita tinggal membayangkannya dan mengubahnya menjadi imajinasi yang sedang terjadi dalam diri dengan penuh kesungguhan serta mengikhlaskannya. Hal ini dapat mengundang keajaiban-keajaiban yang datang menghampiri kita. Misalnya ketika kita menginginkan sebuah mobil, kita tinggal membayangkannya, meyakininya dengan kesungguhan bahwa kita telah memiliki mobil tersebut,  mengucapkan rasa bersyukur serta diiringi dengan hati yang bahagia dan berdoa kepada ALLAH SWT. Insya Allah keajaiban ini akan mengantarkan kita kepada keinginan kita yaitu keinginan mempunyai mobil. Cepat atau lambat, semesta akan mengantarkan kita keinginn kita atas campur tanganNYA. Jadi, mulai sekarang khususnya saya secara pribadi  mesti senantiasa bersykur karena akan ada nanti keajaiban-keajaiban yang menghampiri kita. 


Saturday, December 20, 2014

Pria Metroseksual Vs Pria Uberseksual

Jalan Cinta Para Pejuang (Salim A. Fillah)
Pada kesempatan kali ini saya akan membahas tentang pria uberseksual dan metroseksual. Saya mendapat informasi ini ketika saya membaca buku karangan Salim A. Fillah yang berjudul “Jalan Cinta Para Pejuang”. Pada tulisan ini saya akan mengambil tulisan dari beliau dan membuatnya dengan versi saya sendiri tanpa mengurangi maksud dan makna dari tulisan beliau.

Sebelum saya membahas lebih jauh tentang pria metroseksual dan uberseksual. Saya tertarik ketika penulis menjelaskan tentang sejarah di dekade 90-an yang mengatakan dalam buku The Metrosexual  Guide to Style oleh penulis Michael Flocker bahwa istilah untuk pria metroseksual merupakan sebuah pria yang revolusioner. Hal ini dikarenakan dimasa itu pria revolusioner identik dengan perawakan kulit, kuku, rambut dan ketertarikan secara berlebihan terhadap mode fashion sehingga hal yang melekat dalam diri seorang laki-laki ialah seorang homoseksualitas.